Tak Sekedar Budidaya Skala Besar
Di Lamongan Jawa Timur (Jatim), kebun seluas kurang lebih 3000 m2 dijadikan lahan eksperimen lengkeng pingpong oleh sebuah perusahaan pembudidaya hortikultura. Konon, jenis lengkeng satu ini baru dua tahun belakangan beredar di Tanah Air. Apa yang menarik dari lengkeng ini, sehingga dijadikan sebagai alternatif eksperimen budidaya di Indonesia?

“Wah, buahnya belum terlampau masak. Mungkin bulan April ini, buahnya bisa dipanen,” kata Pembudidaya Lengkeng Ping Pong di Surabaya, Yusir Sukri.

Sayang sekali, Gallery harus menunggu untuk bisa icip manisnya lengkeng dengan ukuran sebesar bola ping pong ini. Karena penasaran, Gallery diberi kesempatan untuk menikmati buah yang belum terlampau matang itu. Sekalinya mendarat di mulut, alamak! Rasa legitnya sama dengan kualitas lokal, meski kondisi buahnya belum optimal. Rasa buahnya akan lebih maksimal, jika dipanen dengan kondisi optimal.

Jenis Baru

Pendahulunya, seperti jenis diamond river, sudah dikenal di Indonesia. Di Demak Jawa Tengah (Jateng), bibit untuk jenis ini banyak dibudidayakan. Bahkan lengkeng diamond river jadi ikon di Sekawang Kalimantan Barat (Kalbar), dengan mengangkat cita rasa khas.
Kini lain lagi, ketika lengkeng ping pong muncul dengan ukuran fantastis, yaitu seukuran bola ping pong dengan diameter buah kurang lebih 3-4 cm. Wow, ukuran besar inilah yang jadi kelebihan lengkeng asli negara Vietnam ini. Rasa manisnya juga khas. Pantas jika jenis ini kemudian dikembangkan sebagai alternatif budidaya yang memiliki prospek bisnis bagus.
Di Indonesia, budidaya lengkeng ping pong dilakukan dengan proses sambung atau stek. Sebab, jika ditanam dalam keadaaan masih biji, prosesnya akan lama dan hasilnya pun belum tentu sama dengan indukan. Terlebih lengkeng ping pong masih tergolong varian baru di Indonesia, sehingga masih sedikit orang yang berinisiatif membudidayakannya sebagai alternatif bisnis.

Padahal jika dilihat dari segi bisnis, budidaya lengkeng ping pong ini memiliki peluang yang bagus. Selain berkaitan dengan kualitas buah, juga karena faktor terbatasnya produk di pasaran saat ini. Tertarik untuk menjadikannya sebagai salah satu prospek usaha, baik untuk skala rumah tangga ataupun petani. Yuk, intip kiat budidaya lengkeng ping pong.
Bisnis Skala Rumah Tangga

“Tak perlu mengawalinya dengan modal banyak untuk merintis usaha budidaya ini. Modalnya hanya satu, yaitu semangat,” tandas Yusir.

Memang untuk memulai bisnis lengkeng ping pong ini tak harus dengan modal banyak. Bahkan, kata Yusir, hanya dengan memanfaatkan lahan yang ada di pekarangan rumah bisa jadi alternatif. Tak heran jika bisnis ini cocok diterapkan untuk skala rumah tangga, yaitu dengan menerapkan tabulampot (tanaman buah dalam pot). Beberapa hal yang diperhatikan dalam penerapan penanamannya, seperti:
1. Pembibitan. Tanam bibit lengkeng ping pong dalam pot dengan ukuran 1×2 m2 (atau besar pot disesuaikan dengan ukuran bibit). Untuk bibit, dapat diperoleh di penangkar tanaman buah lengkeng ping pong dengan harga kurang lebih Rp 75 ribu per bibit.
2. Penerapan media tanam. Baik-tidaknya kualitas dan pertumbuhan lengkeng ping pong bergantung pada penerapan media. Idealnya, media yang sifatnya porous atau berongga dianjurkan untuk diterapkan dalam pot, seperti pasir malang, pupuk kandang, dan sekam – dengan perbandingan 1:1:1. Dalam tahap ini, hal penting harus dilakukan adalah pendangiran atau penggemburan media tanam. Penggunaan pupuk atau nutrisi juga cukup dianjurkan. Namun harus disesuaikan dengan setiap fase pertumbuhan tanaman.
3. Penyinaran. Jenis lengkeng ping pong, termasuk tanaman yang gemar dengan sinar matahari langsung. Dalam hal ini, penyinaran jadi peran penting dalam proses pertumbuhan dan pembentukan kualitas buah. Usahakan agar tanaman tak ternaungi oleh apapun, seperti dinding atau tanaman lain yang ukurannya lebih besar.

4. Panen. Dipastikan dalam jangka waktu 8 bulan-1,5 tahun, hasilnya sudah bisa dinikmati. Hanya untuk panen, pertama kondisi buah kurang maksimal, seperti jumlahnya yang masih relatif sedikit. Ini berkaitan dengan masa adapatasi tanaman. Namun setelah panen pertama, hasilnya bisa optimal. Bahkan dalam satu pohon, jumlah dompolan bisa mencapai sekitar 50 kg. Bayangkan jika Anda memiliki 5 atau 10 pohon lengkeng ping pong. Selain bisa dinikmati sendiri, hasilnya juga berpotensi bisnis.

Skala Besar

Pada dasarnya, teknik budidaya dalam skala besar sama dengan kelas rumah tangga. Hanya penerapannya, mengalami sedikit pengembangan. Tak ada patokan khusus untuk luas lahan yang digunakan, cukup disesuaikan dengan kapasitas. Hal yang bisa diterapkan untuk budidaya lengkeng skala besar, yaitu:
1. Pembibitan. Mengingat, dalam skala besar membutuhkan pasokan bibit yang banyak, maka teknik sambung atau stek dijadikan alternatif perbanyakan. Caranya, dengan memanfaatkan bagian batang bawah sampai akar diambil dari lengkeng jenis lokal. Kemudian bagian atasnya disambung dengan jenis lengkeng ping pong impor.
2. Pegolahan media tanam. Pada dasarnya sama dengan yang diterapkan pada skala rumah tangga. Hanya di sini, penggunaan pupuk kandang dapat perhatian lebih, dimana di tahap awal penanaman pemberian pupuk kandang penting untuk diterapkan di media tanam. Kandungan unsur yang terurai dalam hara, berfungsi sebagai perangsang pertumbuhan tanaman. Selebihnya media pasir, tanah liat, dan sekam bisa dikombinasikan.
3. Pengaturan lahan. Tersusun dengan sistem bedengan, dimana jarak antar bedengan diberi sela 4 meter. Sedangkan jarak tanam dalam setiap bedengan di beri jarak 3 meter.
4. Untuk penyinaran dan tahap panen, sama halnya dengan yang diterapkan di skala rumah tangga. Jika ingin lengkeng ping pong tumbuh optimal, sebaiknya dalam satu pohon tak banyak percabangan. Dengan memotong bagian ranting yang kering, memperbanyak jumlah nutrisi yang masuk.
Tumpang Sari

Dalam skala besar, penggunaan lahan harus ‘benar’ dimanfaatkan. Itu dilakukan, agar lahan bisa berfungsi secara optimal. Seperti halnya penerapan tumpang sari, yaitu satu lahan digunakan untuk menanam beragam tanaman. Namun kolaborasi tanaman yang ditanam sebagai teknik tumpang sari tak boleh semabarangan.
Artinya, kapasitas disesuaikan dengan tanaman inti atau utama. Seperti di lahan lengkeng ping pong, tanaman tumpang sari yang cocok untuk jenis ini adalah jagung dan kedelai, dimana kedua jenis tanaman ini memiliki struktur kecil sebagai penyeimbang tanaman inti. Selain itu, pemilihan jagung sebagai tanaman tumpang sari di lahan lengkeng ping pong juga bertujuan sebagai pengusir gulma.

Seperti diketahui, gulma merupakan tumbuhan pengganggu yang akan menghambat proses pertumbuhan tanaman inti. Dan siapa menyangka, kalau tanaman tumpang sari ini juga bisa dimanfaatkan sebagai tanaman produksi. Tentunya di lahan yang luas, sehingga jumlah tanaman jagung dan kedelai tak sedikit. Besar kemungkinan, tanaman primer ini bisa dijadikan sebagai penghasil tambahan produksi. Seperti kata pepatah, sekali dayung dua pulau terlampaui. Panen jagung dan kedelai oke, semakin klop ditambah dengan panen raya lengkeng ping pong.
Prediksi Usaha Lengkeng Ping Pong


“Meski masih tergolong varian lengkeng baru yang beredar di Tanah Air, lengkeng ping pong ini diprediksi akan menunjukkan popularitasnya 2-3 tahun ke depan,” ungkap Pembudidaya Lengkeng Ping Pong di Lamongan Jatim, Arif Kresnoadi.

Sesuai dengan hukum pasar yang berlaku selama ini, dimana permintaan tinggi, harga juga tinggi. Artinya, jika stok barang terbatas – tentu berpengaruh pada tingginya harga. Itu sama halnya dengan lengkeng ping pong yang siap unjuk gigi ini. Meski belum memasuki masa panen, harga lengkeng jenis ini bisa dipastikan akan mahal. Terbukti, dari harga buah lengkeng yang diimpor langsung dari negaranya – Vietnam – mencapai Rp 16 ribu per kg-nya.

Bukan tak mungkin, budidaya lengkeng ping pong dapat dijadikan peluang usaha yang menjanjikan. Terpenting yang diperhatikan dalam hal ini adalah menjaga kualitas buah agar tetap ada dalam keadaan optimal.

Tips Pengolahan Pupuk Kandang

Pupuk kandang yang bagus berasal dari kotoran hewan. Namun jangan langsung diterapkan sebagai media tanam bagi lengkeng ping pong. Menurut Arif, ada baiknya kotoran hewan tersebut di kubur dalam tanah selama kurang lebih 1-3 bulan. Hal ini dilakukan sebagai proses fermentasi dari bakteri. [santi]

Klasifikasi Kelengkeng
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Sub Kingdom : Tracheobionta (Berpembuluh)
Super Divisio : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisio : Magnoliophyta (Berbunga)
Kelas : Magnolopsida
Sub Kelas : Risidae
Ordo : Sapindales
Familia : Sapindaceae
Genus : Euphoria
Spesies : Euphoria Longana (Lour). Steud (plantamor.com)

About these ads