Kamis, 17 April 2008 | 20:37 WIBSeandainya manusia berhasil menghuni permukaan Bulan kelak, hiburan pertama yang bisa dilakukan mungkin membuat taman. Para ilmuwan dari badan antariksa Eropa (ESA) telah memastikan tanaman berbunga marygold sanggup tumbuh di tanah yang keras seperti di Bulan tanpa bantuan pupuk kimia. Tim peneliti yang dipimpin Natasha Kozyrovska dan Iryna Zaets dari Akademi Sains Nasional di Kiev, menanam beberapa batang tanaman berbunga marigold pada bongkahan anorthosite, jenis tanah di Bumi yang mirip struktur tanah Bulan. Dalam tanah yang tersusun rapi, pertumbuhannya ternyata buruk. Namun, dengan menambahkan beberapa jenis bakteri membuatnya tumbuh dengan baik. Bakteri sepertinya memecah molekul-molekul tanah sehingga menghasilkan nutrisi yang dibutuhkan tanaman, misalnya potassium. “Kami akan membawa sebuah sistem sirkulasi air dan pengolahnya, yang merupakan sistem yang dibutuhkan jika Anda ingin membuat siste pendudkung kehidupa primitif,” ujar Bernard Foing, ilmuwan senior dari Pusat Riset Teknologi Ruang Angkasa Eropa (Estec), Belanda. Sistem ini didesain mampu mendukung kehidupan organisme sederhana di lingkungan ekstrim. Keberhasilan ini dikemukakan dalam pertemuan tahunan Himpunan Geosains Eropa (EGU) yang baru digelar di Vienna. Penananaman di permukaan Bulan merupakan penelitian penting untuk mempelajari bagaimana adaptasi makhluk hidup dalam kondisi yang berat sebelum manusia membangun koloni di sana. Jad, menurut Foing tidak ada alasan untuk mengembangkan prinsip yang sama hingga dapat menanam biji-bijian atau tanaman berbuah di Bulan.Di luar sistem pendukung utama, yang dibutuhkan hanya alat pengolah tanah, tambahan bakteri, dan benih. Namun, tak semua ilmuwan sependapat dengan hal tersebut dan masih menganggap bahwa mimpi bercocok tanam di Bulan masih fiksi ilmiah. Penelitian seperti itu juga tidak masuk dalam startegi Eropa mengeksplorasi Bulan. Bahkan, misi Eropa ke Bulan masih belum jelas karena baru akan diputuskan tahun depan. Misi utama yang diberi nama Moon Next adalah menempatkan kendaraan robotik di permukaan Bulan tahun 2015. “Kami mempertimbangkan apakah dapat melakuka percobaan ini pada beberapa misi robot, sebelum kami mengirim manusia ke Bulan,” ujar Foing. Ia yakin hal tersebut masuk akal dan mungkin dilakukan sesuai dengan target Moon Next.

Selain negara-negara Eropa, beberapa negara yang telah menguasai teknologi antariksa berambisi menaklukkan Bulan. Jepang telah mengirim wahana bernama Kaguya (atau Selene) yang mengorbit Bulan. Begitu pula China dengan Chang’e 1. Wahana India bernama Chandrayaan 1 akan dikirim juga ke orbit Bulan dalam beberapa bulan ke depan, NASA bahkan telah menentukan target untuk mengirim wahana berawak ke permukaan Bulan pada 2020.(BBC/WAH)

dari : kompas.com