Latar Belakang

Ada beberapa hal yang mendasari kita untuk berinvestasi dibidang agrobisnis

Melihat kondisi 5 sampai 10 tahun terakhir ini kondisi investasi di Indonesia bisa digambarkan sebagai berikut:

1. Investasi di bidang property

Perkembangan property di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup pesat. Perkembangan mengalami pasang surut dan kenaikkan investasi masih terbatas kisaran 10 – 20 % per tahun. Siklus pucak investasi property sekitar 5 samapai 7  tahun, di mana nilai property sangat tinggi ( puncak ) lebih dari 20% dan akan berangur-angur mengalami kenaikkan yang cenderung lebih rendah dan stagnan di kisaran 10 %. Resiko investasi cukup besar, nilai investasi akan naik 100 % membutuhkan waktu cukup lama sekitar 5 tahun ke atas. Biaya perawatan yang mahal dan cenderung naik setiap tahunnya, yang akan mengurangi nilai real dari investasi.

2. Investasi di Deposito

Dalam 5 tahun terakhir ini terjadi penurunan tingkat suku bunga yang cukup besar. Dari sekitar 18 %  per tahun ( 5 th yg lalu ) dan sekarang sekitar 3 % – 6 % per tahun. Dengan resiko yang rendah dan hasil yang rendah pula.

3. Investasi di pasar modal

Investasi di pasar modal mengalami pasang surut, dengan tingkat keuntungan yang sangat bervasiasi dan dipengaruhi oleh banyak factor. Untuk mendapatkan keuntungan di atas 100 % per tahun sangat mungkin tetapi mengalami kerugian sampai 100 % pun sangat mungkin terjadi. Dengan resiko yang tinggi bisa dan mungkin juga menghasilkan return yang tinggi pula.

4. Invesatasi di obligasi

Investasi di obligasi memberikan return yang lebih besar dibandingkan dengan bunga deposito dengan kisaran 10 – 20 % per tahun, dan tergolong investasi yang cukup aman. Resiko gagal bayar juga selalu membayangi kita pada saat akan mendekati jatuh tempo. Ingat Dubai World, perusahan yang besar, terpercaya dan tergolong bonafide juga bisa gagal bayar.

5. Investasi di bidang agrobisnis

Investasi di bidang agrobisnis tergolong investasi yang cukup terjangkau, menghasilkan return yang sangat tinggi. Dari tahun-tahun awal ( < 5 tahun ), nilai investasi bisa mencapai lebih dari 100% dan terus mengalami kenaikkan. Investasi cukup satu kali tetapi bisa dinikmati sampai lebih dari 30 tahun, tergantung dari jenis pohon yang ditanam. Resiko relative kecil.

Dari gambaran di atas kami menyimpulkan bahwa investasi di bidang agribisnis bisa menjadi pilihan kita. Gambaran di atas secara sederhana hanya pertimbangan tingkat return dan resiko, padahal dari bidang agrobisnis masih banyak sekali peluang dan manfaat yang bisa diambil dan menghasilkan keuntungan.

Dari tingkat pengadaan bibit, pengadaan pupuk organik, pemilik lahan, supplier pupuk kimia bisa menjadi ladang penghasilan.

Properti Deposito Pasar Modal Obligasi Agrobisinis
Return ( th ) 10 – 20 % 3 – 6 % Tdk tentu 10 – 20 % 20 – 100 % naik berthp
Resiko Sedang rendah Tinggi Sedang Rendah
R > 5 th 100 % < 100 % Tdk tentu < 100 % > 100 %
Reinvement Ya Ya Ya Ya Tidak

Bagaimana dengan investasi dalam bidang pertanian ?

Dengan melihat data dan informasi dari tahun-tahun yang lalu, bidang pertanian, tanaman padi dan sayuran berkembang cukup maju. Tetapi gejolak harga terus terjadi dan hampir setiap tahun terjadi HARGA JATUH , harga bisa turun menjadi 10 % dari harga yang wajar.  Itu terjadi di setiap musim panen, baik tanaman padi, cabe, dan sayur-saryuan lan lainnya. Prediksi di tahun-tahun mendatang permasalah itupun  masih akan terjadi. JANGANLAH HAL ITU TERJADI PADA DIRI ANDA.

Menentukan Pilihan Investasi

Kami tidak menilai bahwa investasi di property, deposito dan pasar modal tidak bagus, tetapi kami mencoba untuk membuka wawasan baru bahwa ada investasi lain yang LEBIH MENGUNTUNGKAN dan belum banyak orang yang terjun dengan serius dalam bidang agrosbisns

Sebagai tambahan bahwa berinvestasi di agrobisnis menghasilkan return yang spetakuler / berlipat-lipat setelah lebih dari tahun ke 6,  dibandingkan dengan investasi dibidang lainnya. Bayangkan saja tahun ke 6 saja sudah menghasilkan keuntungan 100 %, tahun 7 tambah 150 %, tahun ke 8 bisa tambah 200 % dan seterusnya. Ingat umur tananam semakin bertambah, pohon semakin besar,  semakin banyak cabang dan potensi mengasilkan buah semakin besar. Dan TIDAK PERLU INVESTASI ULANG.

Asumsi yang kami gambarkan di atas adalah setelah tahun ke 6, padahal tahun pertama saja kelengkeng sudah bisa berbuah  dan seterusnya sepanjang tahun bisa berbuah dan bisa menghasilkan uang. Tentunya dengan proses dan system management agrobisnis yang tepat.

Dilihat dari HARGA nya, harga buah-buah dari tahun ke tahun tetap stabil, meskipun terjadi musim panen harga tetap bertahan dan tidak jatuh. Karena kebutuhan buah-buahan yang sangat besar dan terus meningkat. Agrobisnis juga terbilang bisnis yang “ KEBAL terhadap KRISIS MONETER ”.

Selain dari hasil buahnya, dengan bisnis agrobisnis bisa sangat berkembang sangat besar yaitu dengan melebarkan bisnis terkait yaitu bisnis wisata agrowisata, bisnis perhotelan, dan bisnis makanan/minuman olahan dari buah-buahan yang dihasilkan dari kebun sendiri. Semuanya itu akan menambah nilai investasi.

Dengan hasil yang spetakuler, AGROBISNIS BISA MENJADI PILIHAN INVESTASI YANG TEPAT, Bayangkan masa depan yang berkelimpahan, menikmati masa pensiun dengan setumpuk kekayaan, dan yang terpenting bisa meninggalkan warisan yang besar untuk anak sampai cucu kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s